Kamis, 30 Mei 2013

Setting Modem Speedy

ADSL Modem SMC

  • Default IP: 192.168.2.1
  • Default password: smcadmin

Setting Bridge:

  1. Klik WAN
  2. Klik ATM PVC
  3. Klik VCI
  4. Protocol: 1483 Bridging, VLAN: Default, VPI/VCI: 8/81, Encapsulation: LLC, Qos Class: UBR, PCR/SCR/MBS: 4000/4000/10
  5. Klik Save Settings
Adsl Modem SMC

Setting PPPoE:

  1. Klik WAN
  2. Klik ATM PVC
  3. Klik VCI
  4. Protocol: PPPoE, VPI/VCI: 8/81, Encapsulation: LLC, QoS Class: UBR, PCR/SCR/MBS: 4000/4000/10, IP assigned by ISP: Yes, IP Address: 0.0.0.0, Subnet Mask: 0.0.0.0, Connect Type: Always Connected, Idle Time (Minute): 5, Username: (nomor speedy)@telkom.net, Password: (password dari telkom), Confirm Password: , MTU: 1492
  5. Klik Save Settings

ADSL Modem ZyXeLP-660R

  • Default IP: 192.168.1.1
  • Default username: admin
  • Default password: 1234

Setting Bridge:

  1. Pilih Network
  2. Pilih WAN
  3. Mode: Bridge, Encapsulation: RFC 1483, Multiplexing: LLC, VPI: 8, VCI: 81, Apply
  4. Pilih Maintenance
  5. Pilih Tools
  6. Restart

Setting PPPoE:

  1. Pilih Network
  2. Pilih WAN
  3. Mode: Routing, Encapsulation: PPPoE, Username: ( nmrspeedy@telkom.net), Password: (password speedy), Service Name: Speedy, Multiplexing: LLC, VPI: 8, VCI: 81, IP Address: Obtain an IP Address Automatically, Connection: Nailed-Up Connnection, Apply
  4. Pilih Maintenance
  5. Pilih Tools
  6. Restart

ADSL Modem Shiro

  • Default IP: 192.168.1.1
  • Default username: admin
  • Default password: admin

Setting Bridge:

  1. Klik Advanced
  2. Klik WAN
  3. Klik New Connection
  4. Connection Name: Speedy, Type: Bridge, VPI: 8, VCI: 81, and Submit
  5. Save Settings
  6. Restart Router
ADSL Modem Shiro

Setting PPPoE:

  1. Pilih Advanced
  2. Klik WAN
  3. Klik New Connection
  4. Connection Name: Speedy, Type: PPPoE, Sharing: Enable, Encapsulation: LLC, Username: (nomor speedy)@telkom.net, Password: (password dari telkom), VPI: 8, VCI: 81, and Submit
  5. Save Settings
  6. Restart Router
Adsl Modem Shiro

ADSL Modem Aztech

  • Default IP: 192.168.1.1
  • Default username: admin
  • Default password: admin

Setting Bridge:

  1. Klik Advanced
  2. Klik WAN
  3. Klik New Connection
  4. Connection Name: Speedy, Type: Bridge, VPI: 8, VCI: 81, and Submit.
  5. Save Settings
  6. Restart Router

Setting PPPoE:

  1. Pilih Advanced
  2. Klik WAN
  3. Klik New Connection
  4. Connection Name: Speedy, Type: PPPoE, Sharing: Enable, Encapsulation: LLC, Username: nmrspeedy@telkom.net, Password: (password dari telkom), VPI: 8, VCI: 81, and Submit.
  5. Save Settings
  6. Restart Router

Setting Modem Speedy

ADSL Modem SMC

  • Default IP: 192.168.2.1
  • Default password: smcadmin

Setting Bridge:

  1. Klik WAN
  2. Klik ATM PVC
  3. Klik VCI
  4. Protocol: 1483 Bridging, VLAN: Default, VPI/VCI: 8/81, Encapsulation: LLC, Qos Class: UBR, PCR/SCR/MBS: 4000/4000/10
  5. Klik Save Settings
Adsl Modem SMC

Setting PPPoE:

  1. Klik WAN
  2. Klik ATM PVC
  3. Klik VCI
  4. Protocol: PPPoE, VPI/VCI: 8/81, Encapsulation: LLC, QoS Class: UBR, PCR/SCR/MBS: 4000/4000/10, IP assigned by ISP: Yes, IP Address: 0.0.0.0, Subnet Mask: 0.0.0.0, Connect Type: Always Connected, Idle Time (Minute): 5, Username: (nomor speedy)@telkom.net, Password: (password dari telkom), Confirm Password: , MTU: 1492
  5. Klik Save Settings

ADSL Modem ZyXeLP-660R

  • Default IP: 192.168.1.1
  • Default username: admin
  • Default password: 1234

Setting Bridge:

  1. Pilih Network
  2. Pilih WAN
  3. Mode: Bridge, Encapsulation: RFC 1483, Multiplexing: LLC, VPI: 8, VCI: 81, Apply
  4. Pilih Maintenance
  5. Pilih Tools
  6. Restart

Setting PPPoE:

  1. Pilih Network
  2. Pilih WAN
  3. Mode: Routing, Encapsulation: PPPoE, Username: ( nmrspeedy@telkom.net), Password: (password speedy), Service Name: Speedy, Multiplexing: LLC, VPI: 8, VCI: 81, IP Address: Obtain an IP Address Automatically, Connection: Nailed-Up Connnection, Apply
  4. Pilih Maintenance
  5. Pilih Tools
  6. Restart

ADSL Modem Shiro

  • Default IP: 192.168.1.1
  • Default username: admin
  • Default password: admin

Setting Bridge:

  1. Klik Advanced
  2. Klik WAN
  3. Klik New Connection
  4. Connection Name: Speedy, Type: Bridge, VPI: 8, VCI: 81, and Submit
  5. Save Settings
  6. Restart Router
ADSL Modem Shiro

Setting PPPoE:

  1. Pilih Advanced
  2. Klik WAN
  3. Klik New Connection
  4. Connection Name: Speedy, Type: PPPoE, Sharing: Enable, Encapsulation: LLC, Username: (nomor speedy)@telkom.net, Password: (password dari telkom), VPI: 8, VCI: 81, and Submit
  5. Save Settings
  6. Restart Router
Adsl Modem Shiro

ADSL Modem Aztech

  • Default IP: 192.168.1.1
  • Default username: admin
  • Default password: admin

Setting Bridge:

  1. Klik Advanced
  2. Klik WAN
  3. Klik New Connection
  4. Connection Name: Speedy, Type: Bridge, VPI: 8, VCI: 81, and Submit.
  5. Save Settings
  6. Restart Router

Setting PPPoE:

  1. Pilih Advanced
  2. Klik WAN
  3. Klik New Connection
  4. Connection Name: Speedy, Type: PPPoE, Sharing: Enable, Encapsulation: LLC, Username: nmrspeedy@telkom.net, Password: (password dari telkom), VPI: 8, VCI: 81, and Submit.
  5. Save Settings
  6. Restart Router

STRUKTUR ORGANISASI

Bagan di bawah adalah Struktur Organisasi berdasarkan Peraturan Daerah Bupati Tulang Bawang Barat No. 06 Tahun 2010 (Pelaksanaan Perubahan Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat)

Gb. 1. Struktur Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat

Gb. 2. Struktur Organisasi DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat
Berkaitan dengan di atas, berikut adalah file PDF yang bisa Anda download.

SEJARAH

Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang. Kabupaten Tulang Bawang sendiri mempunyai luas wilayah ± 6.851,32 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 berjumlah 860.854 jiwa, terdiri atas 28 (dua puluh delapan) kecamatan. Kabupaten ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Dengan luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk seperti tersebut di atas, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat belum sepenuhnya terjangkau. Kondisi demikian perlu diatasi dengan memperpendek rentang kendali pemerintahan melalui pembentukan daerah otonom baru sehingga pelayanan publik dapat ditingkatkan guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang terdiri atas 8 (delapan) kecamatan, yaitu Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kecamatan Lambu Kibang, Kecamatan Gunung Terang, Kecamatan Tumijajar, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kecamatan Gunung Agung, Kecamatan Way Kenanga, dan Kecamatan Pagar Dewa. Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki luas wilayah keseluruhan ± 1.201,00 km2 dengan jumlah penduduk ± 233.360 jiwa pada tahun 2006.
Kabupaten Tulang Bawang Barat diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat Di Provinsi Lampung tanggal 26 November 2008.

PROFIL UMUM


Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tuba Barat) merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dengan Kabupaten Tulang Bawang. Kabupaten ini baru diresmikan pada tahun 2008 oleh oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto. Sebagai kabupaten baru, infrastruktur kabupaten ini masih terbatas. Penduduk Kabupaten Tuba Barat didominasi warga pendatang transmigran dari daerah Jawa, Sunda dan Bali. Mata pencarian utama penduduk adalah berkebun karet, sawit dan bertani.
Seperti halnya beberapa daerah di Provinsi Lampung, Kabupaten Tuba Barat banyak dihuni suku pendatang seperti Jawa dan Sunda yang mayoritas beragama Islam dan Suku Bali yang menganut agama Hindu. Namun suku mayoritas di Tuba Barat adalah suku Jawa sehingga bahasa Jawa sangat umum digunakan oleh penduduk sebagai bahasa pengantar sehari-hari.
Berikut adalah data umum Kabupaten Tuba Barat:
Lokasi geografis: 104o55′ – 105o10′ BT dan 04o10′- 04o42′ LS dengan luas wilayah 1.201 km2.
Kabupaten Tuba Barat meliputi 9 kecamatan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut silahkan baca halaman Kecamatan dan Kelurahan.
Dari 9 kecamatan yang ada, total jumlah penduduk pertahun 2011 adalah 212.124 jiwa dengan tingkat kepadatan 3.457/km2.

VISI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

VISI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
“Terwujudnya Kabupaten Tulang Bawang Barat Yang Tumbuh dan Berkembang
Menuju Masyarakat Yang Sejahtera dan Berdaya Saing”

MISI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
  1. MENINGKATKAN TATAKELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK
  2. MENINGKATKAN PEMBANGUNAN PERKONOMIAN DAN KESEJAHTERAAN
  3. MENINGKATKAN IKLIM INVESTASI DAN IKLIM BERUSAHA
  4. MENINGKATKAN DAYA DUKUNG SARANA DAN INFRASTRUKTUR WILAYAH
  5. MEWUJUDKAN MASYARAKAT DEMOKRATIS DAN TAAT HUKUM
Misi I
MENINGKATKAN TATAKELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK
  1. Program perbaikan tatakelola pemerintahan yang baik dalam konteks lokal dan nasional
  2. Program penurunan tingkat korupsi
  3. Program perbaikan pelayanan publik
  4. Program pengurangan ekonomi biaya tinggi
Misi II
MENINGKATKAN PEMBANGUNAN PERKONOMIAN DAN KESEJAHTERAAN
  1. Program percepatan pembangunan ekonomi
  2. Program penurunan tingkat pengangguran
  3. Program penurunan tingkat kemiskinan
  4. Program penurunan jumlah penduduk buta huruf
  5. Program peningkatan jumlah tenaga terampil
  6. Program peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
  7. Program peningkatan angka harapan hidup
  8. Program penurunan tingkat kematian bayi dan kematian ibu melahirkan
  9. Program penciptaan kemandirian dalam bidang pangan ditandai dengan meningkatnya ketahanan pangan rakyat
  10. Program peningkatan swasembada beras dan komoditas pangan lainnya
  11. Program perbaikan status gizi ibu dan anak
  12. Program perbaikan mutu lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam
  13. Program penahanan laju kerusakan lingkungan
Misi III
MENINGKATKAN IKLIM INVESTASI DAN IKLIM BERUSAHA
  1. Program perbaikan kepastian hukum,  penyederhanaan prosedur dan perbaikan system informasi
  2. Program peningkatan system pelayanan informasi dan perizinan
  3. Program sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan dan iklim usaha dalam rangka memperluas penciptaan lapangan kerja